Perumusan Kepentingan Dalam Perjanjian

Kepentingan yang bersifat timbal balik adalah intisari dari perancangan perjanjian. Ia merupakan kesepakatan-kesepakatan baik yang sudah diputuskan dari hasil tawar-menawar. Perhatian yang penting dari setiap dan masing-masing aspek perlu diidentifikasi secara khusus dan juga isitilah-istilah misalnya harga jual, kuantitas, kualitas tinggi dan waktu pelaksanaan secara keseluruhan. Dan, juga beberapa kondisi yang terkait dengan pelaksanaan harus dirinci dan disebutkan secara jelas.

Ketika klausul-klausul mengenai kepentingan itu dirumuskan, beberapa aspek yang mesti dikejar adalah:

  1. Ada unsur yang perlu dimasukkan selengkap mungkin dalam perumusan kepentingan para pihak pada bagian pembukaan perjanjian. Contohnya: a) Menyangkut uang, sebutkan dengan jelas jumlahnya secara angka dan kata-kata.; b) Menyangkut jasa, jenis pelaksanaan apa yang akan dilakukan oleh satu pihak terhadap pihak lain.; c) Menyangkut kendaraan, sebutkan dengan jelas identifikasi kendaraan yang ada dalam BPKB.
  2. Menyebutkan secara jelas pertimbangan kepentingan yang saling diberikan oleh para pihak.
  3. Merumuskan terminologi dalam pelaksanaan perjanjian secara keseluruhan (seperti pembayaran, cicilan, gagal bayar).
  4. Hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan terhadap pelaksanaan perjanjian seperti denda telat bayar, penyelesaian dalam kurun waktu tertentu karena ada efek lanjutan jika tidak tepat waktu.
  5. Memakai bahasa yang sederhana agar mudah dipahami para pihak.

Contoh:

Atas pembayaran Pihak Pertama sebesar Rp. 5.000.000.- (Lima juta Rupiah) kepada Pihak Kedua, Pihak Kedua menyerahkan satu (1) unit laptop [tipe].

Please follow and like us:

Leave a Comment

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://perancanganperjanjian.com/blog-artikel/perumusan-kepentingan-dalam-perjanjian">
Twitter
SHARE