Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja adalah perjanjian antara setiap karyawan dengan perusahaan pemberi kerja. Dengan ini perjanjian dirancang dengan tujuan untuk memberikan kejelasan kepada karyawan dan perusahaan pemberi kerja mengenai hal-hal berikut ini:

  1. Tugas dan tanggung jawab yang mesti dilaksanakan dan diemban oleh karyawan.
  2. Apa yang harus dilakukan apabila ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
  3. Manfaat-manfaat dan kewajiban-kewajiban yang sudah disetujui oleh karyawan.

Masing-masing pihak dapat mengacu kembali pada perjanjian kerja yang sudah ditandatangani bersama apabila terjadi kesalahpahaman mengenai apa yang mesti dilaksanakan masing-masing pihak dalam hubungan kerja.

Perjanjian kerja dibagi atas dua, yaitu:

  1. Perjanjian kerja individu.
  2. Perjanjian kerja kolektif.

Perjanjian kerja individu merupakan perjanjian langsung antara karyawan dengan perusahaan. Karyawan membaca dan menanyakan hal-hal yang belum dimengerti dan memahami secara keseluruhan isi perjanjian tersebut sebelum ditandatangani.

Perjanjian kerja kolektif merupakan perjanjian kerja yang dirundingkan dengan itikad baik antara perwakilan perusahaan dengan serikat pekerja resmi/terdaftar untuk dan atas nama anggota-anggotanya.

Ada ketentuan-ketentuan yang mesti dipenuhi terlepas apakah ketentuan tersebut dimasukkan dalam perjanjian kerja individu atau pun kolektif karena ada ketentuan-ketentuan perundang-undangan dalam bidang ketenagakerjaan yang mengatur hal-hal tertentu. Contoh konkrit: perhitungan untuk jam kerja lembur; jangka waktu perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT); masa percobaan tidak boleh ada dalam PKWT.

Anatomi perjanjian kerja

Untuk merancang perjanjian kerja yang baik ada beberapa bagian yang menjadi kerangka secara keseluruhan, tergantung dari posisi dan struktur dalam masing-masing perusahaan. Beberapa hal tersebut mencakup:

  1. Posisi / Jabatan yang diberi tanggung jawab dan kepercayaan.
  2. Deskripsi kerja.
  3. Renumerasi, yaitu imbalan secara tunai dan natura (manfaat) yang diterima dari perusahaan.
    Renumerasi bisa terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap/tidak tetap apakah itu uang makan, transportasi, asuransi kesehatan apakah rawat jalan dan/atau rawat jalan.
    Apakah bonus diberikan secara tahunan dan apa kriterianya. Apakah ada lembur atau tidak.
    Apakah pajak atas gaji pokok ditanggung perusahaan atau karyawan.
  4. Untuk biaya diluar kantor untuk kepentingan urusan kantor apakah ada penggantian dari perusahaan, syarat apa yang mesti penuhi.
  5. Kapan evaluasi/penilaian prestasi kerja diselenggarakan.
  6. Berapa lama yang waktu diberikan kepada masing-masing pihak untuk mengakhiri hubungan kerja sehingga tercipta masa transisi yang baik bagi kedua belah pihak.

Beberapa ketentuan-ketentuan mengenai:

  1. Konflik kepentingan
  2. Kerahasiaan.
  3. Hak kekayaan intelektual.
  4. Non-kompetisi.
  5. Pelatihan/pengembangan kemampuan.
  6. Ganti rugi apabila timbul kerugian karena kelalaian dan kesengajaan.

merupakan klausul tambahan dengan kalimat-kalimat yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Ketentuan-ketentuan lain yang tidak ada dalam perjanjian kerja dituangkan secara rinci dalam peraturan perusahaan dan kebijakan-kebijakan internal perusahaan.

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://perancanganperjanjian.com/perjanjian-kerja">
Twitter
SHARE
deskripsi
Mau Kirim Bunga Duka Cita Cepat? Hub kami. Free Onkir Jakarta Bekasi Berminat?
aplikasi bandarq
Agen Domino Online & Bandar QQ Terpercaya. Support 24 jam ramah & cepat.
Sewa bus pariwisata
Sewa bus pariwisata